Menjadi Narasumber Pada Business Investments Forum APINDO XXXV Tahun 2026
Makassar, 3 /8/2026 – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memaparkan potensi investasi Kabupaten Luwu Utara melalui presentasi bertajuk "Investasi Berbasis Sumber Daya Alam dan UMKM Berdaya Saing Global: Dari Potensi Luwu Utara Menuju Investasi Nyata" pada kegiatan yang berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat investasi daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan daya saing, serta penciptaan lapangan kerja melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada para investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan. Dalam paparannya, Bupati Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa perubahan ekonomi dunia menuntut daerah untuk mampu menghadirkan iklim investasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Dunia telah berubah, begitu pula pola investasi. Investor kini mencari daerah yang memiliki stabilitas, produktivitas, kepastian, serta komitmen untuk tumbuh bersama. Luwu Utara hadir dengan seluruh potensi tersebut," ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Luwu Utara merupakan kabupaten terluas di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 7.422,26 kilometer persegi, didukung jumlah penduduk sekitar 337 ribu jiwa yang didominasi usia produktif mencapai 69,07 persen serta pertumbuhan ekonomi sebesar 6,19 persen pada tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong investasi yang berkelanjutan.
Berbagai sektor unggulan ditawarkan kepada investor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, energi terbarukan, hingga sektor pariwisata dan UMKM.
Salah satu proyek strategis yang dipaparkan adalah pengembangan Kawasan Hilirisasi Kakao Luwu Utara. Sebagai produsen kakao terbesar di Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai 25.526 ton per tahun dan luas areal 39.411 hektare, Luwu Utara menargetkan pembangunan industri pengolahan kakao terintegrasi yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Kawasan Industri Munte disiapkan sebagai lokasi investasi dengan kebutuhan investasi sekitar Rp300 miliar serta lahan siap investasi seluas 15 hektare.
Selain kakao, sektor Blue Economy juga menjadi prioritas investasi. Dengan garis pantai sepanjang 106,77 kilometer, Luwu Utara memiliki potensi besar pada sektor perikanan tangkap, budidaya, serta rumput laut. Peluang investasi terbuka pada pembangunan cold storage, industri pengolahan hasil perikanan, hingga industri pengolahan rumput laut yang berorientasi pasar domestik maupun ekspor.
Di sektor agroindustri pangan, produksi padi mencapai 258.457 ton per tahun dan jagung 57.267 ton per tahun, sehingga total produksi pangan melebihi 315 ribu ton setiap tahun. Potensi tersebut membuka peluang investasi pada modern rice milling, industri tepung, pengemasan, branding, hingga industri pakan ternak.
Sementara itu, sektor perkebunan menawarkan potensi besar dari komoditas kelapa sawit dengan produksi lebih dari 496.033 ton per tahun serta kopi Robusta dan Arabika yang telah memiliki Indikasi Geografis (IG). Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mendorong investasi pada industri hilir sawit, pengolahan kopi, bioenergi, dan ekonomi sirkular.
Tidak hanya itu, Luwu Utara juga memiliki potensi sumber daya tambang berupa emas, bijih besi, bahan galian C, serta energi baru terbarukan berupa PLTA, PLTMH, dan panas bumi yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Keunggulan lainnya adalah potensi perdagangan karbon (carbon trade). Dengan tutupan hutan mencapai 75 persen atau sekitar 556.666 hektare, Luwu Utara memiliki aset karbon alam yang besar dan berpeluang dikembangkan melalui agroforestry carbon, restorasi ekosistem, perlindungan daerah aliran sungai, serta kemitraan karbon yang mendukung target ESG dan Net Zero Emission.
Pada sektor pariwisata, Luwu Utara menawarkan investasi berbasis ekowisata yang memanfaatkan kekayaan alam berupa pegunungan, air terjun, sungai untuk arung jeram, hingga wisata air panas yang dikelola secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.
Bupati juga menyoroti peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Saat ini terdapat sekitar 13.700 UMKM di Luwu Utara yang terus didorong melalui digitalisasi, penguatan klaster usaha, serta transformasi bisnis agar mampu bersaing di pasar global.
Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat pelayanan melalui perizinan yang cepat dan transparan, kepastian regulasi dan tata ruang, dukungan infrastruktur strategis, kemitraan dengan dunia usaha, serta pendampingan investasi secara terpadu.
Menutup paparannya, Bupati Andi Abdullah Rahim mengajak para investor untuk menjadikan Luwu Utara sebagai mitra investasi jangka panjang.
«"Buka peluang, tanam investasi, panen masa depan di Luwu Utara. Kami siap menjadi mitra yang memberikan kepastian, kemudahan, dan keberlanjutan bagi setiap investasi yang masuk demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat."»
Presentasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam memperkenalkan berbagai peluang investasi unggulan sekaligus memperkuat posisi Luwu Utara sebagai salah satu destinasi investasi yang prospektif di Kawasan Timur Indonesia.