Sosialisasi Hilirasasi Kakao
Luwu Utara,– Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pertanian kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan di daerah. Hal itu ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Hilirisasi Pengembangan Tanaman Kakao yang di selenggarakan di Aula RM. ulu Bete, Desa Mappedeceng (30/09/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, yang turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian, kelompok tani, serta perwakilan perusahaan mitra.
Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile menyampaikan bahwa sektor Perkebunan juga merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Luwu Utara termasuk salah satunya tanaman Kakao.
“Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Luwu Utara. Kakao tidak hanya menjadi sumber pendapatan petani, tetapi juga memiliki potensi besar untuk tetap menjadi salah satu komoditas unggulan daerah,”Ungkapnya
Luwu Utara adalah sentra kakao terbesar di Sulawesi Selatan dengan kontribusi 21,13% pada 2019. Luas kebun: 39.411,09 hektar (2025), produksi: 25.526,5 ton/tahun (2025). Program perluasan kakao ini adalah bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan luas lahan, produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.”Pungkasnya
Wabup Jumail menuturkan, Luwu Utara punya Peta Jalan Kakao Lestari (Perbup No.18/2024) dan program “Kakao Lestari Rakyat Sejahtera” masuk RPJMD. Ini contoh ideal peran pemerintah sebagai fasilitator pertumbuhan kakao.
“Perbup No. 18 Tahun 2024 tentang Peta Jalan Kakao Lestari Kabupaten Luwu Utara Tahun 2024–2044 menjelaskan bahwa tanaman kakao adalah komoditas unggulan daerah yang berkontribusi penting bagi perekonomian serta sektor perkebunan di Luwu Utara sehingga memerlukan tata kelola yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.”Bebernya
Ia juga menjelaskan pemerintah daerah tidak hanya menyalurkan bantuan bibit, tetapi juga memastikan adanya pendampingan kepada petani hingga tahap pemeliharaan dan pengembangan hilirisasi.
“program ini di biayai melalui Anggaran pemerintah, tentu kita tidak ingin program ini tidak memiliki implemetasi yang baik. Pemerintah pastikan semua proses tetap dalam pendampingan hingga benar-benar berhasil,”Tutupnya.