Sabtu, 04 April 2026
  • (0473) 21001
  • info@luwuutarakab.go.id

Di Kampung Adat Masapi, Sekda Luwu Utara Sebut Tomakaka Bagian dari Kearifan Lokal

Di Kampung Adat Masapi, Sekda Luwu Utara Sebut Tomakaka Bagian dari Kearifan Lokal Pengukuhan Tomakaka Pitu Masapi

Luwu Utara -- Warga Kampung Adat Kombong Masapi, kabupaten Luwu Utara, resmi mendapat tetua adat yang baru setelah Amiruddin resmi dikukuhkan sebagai Tomakaka Kombong Pitu Masapi ke-25, Sabtu (9/2/2020).

Pengukuhan Tomakaka Masapi ditandai dengan penyerahan benda pusaka milik kampung adat desa setempat yang disaksikan oleh Perwakilan Datu Luwu, Makole Baebunta, Sekretaris Daerah Armiady dan Kapolres Luwu Utara.

Kampung Adat Kombong Pitu Masapi berada di Desa Sepakat, Kecamatan Masamba dimana Kombong Pitu diartikan sebagai 7 wilayah kekuasaan yang nantinya akan dipimpin oleh tomakaka yang baru. Sementara, Tomakaka secara harfiah diartikan sebagai orang yang dituakan, dan memiliki gelar kepemimpinan yang bersifat non formal serta predikat pemangku adat yang dituakan untuk menjadi tempat bertanya tentang tradisi budaya agar tak hilang ditelan jaman.

Perwakilan Datu, dari Istana Kerajaan Luwu, Maddika Bua, Andi Syaifuddin, dalam sambutannya menjelaska tugas tomakaka tidak hanya menjaga kelestarian budaya yang ada di wilayah adatnya, namun juga bagaimana menerapkan serta menaati seluruh aturan yang telah diberlakukan oleh tetua sebelumnya.

"Tugas tomakaka itu ada 3. Memimpin wilayahnya dengan aturan yang berlaku, mensejahterakan masyarakat juga bagian dari tugas tomakaka serta bagaimana menjaga lingkungannya. Dan itu juga perlu dibantu oleh pemerintah," ugkap Maddika Bua seraya menyapa Sekretaris Daerah Luwu Utara.

Sementara itu, Sekda Armiady, dalam sambutannya mengatakan jika kehadiran Tomakaka Masapi merupakan salah satu bagian dari kearifan lokal yang sejalan dengan visi misi Kabupaten Luwu Utara yakni pembangunan daerah yang merata dan berlandaskan kearifan lokal, dimana Tomakaka serta perangkat adat lainnya yang ada di Luwu Utara, diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah menyelesaikan persoalan sosial yang ada di masyarakat.

"Di era seperti sekarang ini menjadi tantangan untuk menjaga kebudayaan serta adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur, dan disitulah peran perangkat adat, dan pemerintah tentu tidak akan lepas tangan. Selain itu kehadiran perangkat adat seperti tomakaka, makole dan lainnya sangat membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat melalui musyarawah," terang Armiady.

Sejumlah ritual khas kampung adat masapi dilakukan sebelum pengukuhan berlangsung. Diantaranya penjemputan rombongan kedatuan secara adat yang diusung menggunakan bambu, dan disambut dengan tarian pangarru serta alunan musik dari lesung atau dalam bahasa setempat disebut dengan isung-isung. (PUT)