Foto : Protokol dan Komunikasi Pimpinan
MASAMBA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menargetkan predikat Madya dalam Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE) Tahun 2026. Target tersebut ditegaskan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat membuka Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) secara virtual melalui Zoom Meeting, Di Aula LagaLigo Jumat 30/10/2026
Kegiatan ini diikuti Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, Pokja PUG, serta Focal Point PUG se-Kabupaten Luwu Utara.
Dalam arahannya secara virtual, Bupati menegaskan bahwa penilaian PPE tidak lagi sekadar melihat banyaknya program dan kegiatan, tetapi lebih menekankan dampak nyata pembangunan terhadap perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
Menurutnya, kondisi geografis Luwu Utara yang luas, dengan sekitar 60 persen wilayah pegunungan, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan kesempatan ekonomi.
Untuk mencapai target predikat Madya, Pemkab Luwu Utara terus memperkuat pelaksanaan PUG melalui Perda Nomor 7 Tahun 2021, pembentukan Focal Point PUG di 32 OPD, serta penyusunan Rencana Aksi Daerah PUG.
Upaya tersebut juga terlihat dari meningkatnya keterlibatan perempuan dalam Musrenbang, dari 22 persen pada 2024 menjadi 38 persen pada 2025.
Selain itu, sejumlah inovasi turut dikembangkan, di antaranya program 180 Derajat untuk literasi digital dan perlindungan anak, Layanan SAGU yang telah melatih 150 perempuan pelaku UMKM dan perempuan kepala keluarga di 15 kecamatan, serta pembentukan Posko Aduan Perempuan dan Anak di 15 Puskesmas.
Bupati berharap verifikasi lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender.
"Pengarusutamaan gender bukan sekadar mengejar piala PPE, tetapi memastikan pembangunan di Luwu Utara dirasakan secara adil oleh laki-laki dan perempuan," tegasnya.
Melalui berbagai program dan inovasi tersebut, Pemkab Luwu Utara berkomitmen menjadikan kesetaraan gender sebagai bagian penting dari pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat yang inklusif, berdaya, dan sejahtera.